SAMPLING BATUBARA

I. Pendahuluan
Dalam transaksi pembelian batubara, bukan hanya kuantitas yang menjadi
perhatian utama, tetapi juga kualitasnya karena menjadi salah satu faktor
yang menentukan harga batubara, selain itu menjadi penentu apakah
batubara tersebut diterima atau ditolak oleh buyer oleh karena itu
pengukuran kualitas harus dilakukan secermat mungkin.
Pengukuran kualitas dilakukan melalui tahap-tahap :
1. Sampling
2. Sample preparation
3. Analysis
Berdasarkan perhitungan statistik, para ahli menyatakan bahwa 80%
kecermatan pengukuran kualitas batubara ditentukan oleh sampling, 20%
lainnya ditentukan oleh sample preparation dan analysis, oleh karena itu
proses sampling memerlukan perhatian yang jauh lebih besar.
Untuk mendapatkan gambaran kualitas batubara menyeluruh yang dapat
dipercaya, maka dilakukan pengukuran kualitas di setiap operasi antara lain
:
1. Tahap eksplorasi
2. Produksi
3. Penjualan
Sampling yang akan dibahas disini adalah sampling yang hanya ada
kaitannya dengan tahap produksi dan penjualan.
II. Sampling
Sampling adalah proses pengambilan sebagian komoditas dari seluruh
komoditas yang akan diperiksa kualitasnya, seluruh komoditas tersebut
disebut populasi sedangkan bagian komoditas yang terambil tersebut
sample atau contoh.
Tujuan sampling ialah mendapatkan contoh yang selain kualitasnya bisa
mewakili kualitas seluruh populasi, jumlahnya pun relatif masih bisa
ditangani.
Faktor utama yang menentukan tingkat kesulitan suatu sampling ialah
variabilitas komponen-komponen pembentuk populasi.
Batubara merupakan material yang mempunyai tingkat variabilitas sangat
tinggi, baik secara fisik maupun secara kimia, oleh karena itu sampling
batubara yang baik tidak mudah dilakukan, padahal hasil yang mewakili
seluruh populasi merupakan utama semua pihak terkait.
1. Apa yang disebut dengan sampling yang baik?
Sampling yang baik adalah sampling yang di samping dilakukan dengan
akurat dan presisinya tinggi, sehingga contoh mewakili seluruh populasi
dengan baik, jumlah contoh yang terambilpun harus dapat ditangani.
Karena tak seorangpun tahu berapa nilai kualitas sesungguhnya suatu
komoditas, maka metode sampling, sample preparation dan analysis
dianggap tidak pernah ada yang 100% sempurna. Nilai kualitas yang
didapat dari suatu pengukuran hanyalah nilai pendekatan.
Nilai yang paling dekat dengan nilai sesungguhnya adalah nilai rata2 hasil
analisis yang didapat oleh sebanyak mungkin pemeriksaan, dengan
menggunakan metode standar yang sama.
2. Dimana sampling bisa dilakukan?
Pada dasarnya sampling dilakukan dimana saja, dalam dua kemungkinan
kondisi yang berbeda yaitu :
• Kondisi Moving stream (sementara batubara dipindahkan) lokasinya
di Belt conveyor, stockpile, barge, ship (incremental).
• Kondisi Stationary (batubara dalam tumpukan) lokasinya di stockpile,
barge atau ship.
Sampling dalam kondisi moving stream lebih disukai para praktisi dari pada
dalam kondisi stationary. Hal ini dikarenakan apabila dalam kondisi moving
stream, increment contoh diambil persatuan jumlah berat atau waktu
tertentu pada saat batubara tersebut dipindahkan, sehingga contoh yang
terambil terdapat lebih mewakili seluruh populasi, sedangkan sampling
dalam kondisi stationary, contoh hanya diambil dari permukaan saja (kirakira
satu meter dari permukaan) sehingga contoh tidak cukup mewakili
populasi terutama pada stockpile dimana segregasi tidak mungkin dapat
dihindarkan sehingga kemungkinan terjadinya bias besar sekali.
3. Bagaimana sampling dilakukan?
Sampling dapat dilakukan baik secara manual maupun secara mechanical,
cara mechanical sampling merupakan cara yang lebih disukai karena :
• Contoh yang didapat dengan cara ini lebih bisa mewakili populasi
dibandingkan dengan contoh yang didapat dengan cara manual
pada umumnya, kecuali stopped-belt sampling.
• sampling dilakukan tampa harus mengganggu jalannya operasi,
karena sampling dilakukan terhadap batubara yang berada pada belt
conveyor yang sedang berjalan (moving stream)
• perkiraan presisi yang dicapai dapat diukur
• bias yang mungkin terjadi dapat diukur
• keamanan para sampler lebih terjamin
Stopped-belt sampling merupakan sampling cara manual yang sangat baik
untuk dilakukan, namun sampling cara ini sangat mengganggu jalannya
operasi dikarenakan belt conveyor harus di berhentikan setiap kali
mengambil contoh (increment).
4. Dapatkah seorang sampler mengambil contoh secara manual dari belt
conveyor yang sedang berjalan?
Pengambilan contoh batubara secara manual oleh seorang sampler dari
belt conveyor yang sedang berjalan dengan kecepatan serta kapasitas laju
angkut (flowrate) yang tinggi dan dilakukan dalam kurung waktu yang cukup
lama serta frekwensi pengambilan yang cukup tinggi, tidak mudah
dilakukan dan sangat berbahaya, oelh karena itu sedapat mungkin
hindarilah cara tersebut.
Dibawah ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai bahan
pertimbangan dalam pengambilan keputusan penggunaan cara tersebut,
yaiitu :
• Kecepatan belt conveyor
• Tebalnya batubara pada belt conveyor
• kapasitas laju angkut (flowrate)
• Top size partikel batubara
Dalam beberapa standard method telah ditetapkan beberapa angka
sebagai batasan akan kondisi yang dianggap berbahaya pada pengambilan
contoh dengan cara tersebut.
Kondisi satuan AS BS ISO
Kecepatan belt conveyor M/dt – >1.5 >1.5
Tebalnya batubara pada belt conveyor Cm – 20 20
Kapasitas laju angkut (flowrate) Ton/jam >200 >200 >200
Top size partikel Mm 63 80 80
III. Accuracy (Akurasi)
Accuracy dalam bahasa indonesianya adalah akurasi atau ketepatan, Yang
dimaksud dengan akurasi suatu pengukuran ialah besar atau kecilnya
penyimpangan hasil pengukuran tersebut terhadap nilai sesungguhnya.
Cara menentukan akurasi adalah dengan jalan membandingkan hasil
pengukuran dengan nilai sesungguhnya. Apabila perbedaannya sangat
kecil maka dikatakan bahwa pengukuran tersebut akurasinnya tinggi atau
disebut juga dengan sangat akurat, dan sebaliknya apabila perbedaannya
besar maka dikatakan bahwa dengan pengukuran tersebut akurasinya
rendah atau dengan kata lain tidak akurat.
Nilai sesungguhnya tidak pernah bisa diketahui, oleh karena itu penentuan
akurasi suatu pengukuran pun tidak dapat dilakukan yang dapat dilakukan
hanyalah membandingkan hasil pengukuran tersebut terhadap nilai yang
dianggap sama dengan nilai sesungguhnya (nilai pendekatan). Nilai
pendekatan didapat dengan cara :
• Merata-ratakan sebanyak mungkin hasil pengukuran, pengukuran
sebaiknya dilakukan oleh beberapa pengukur yang berbeda,
tentunya dengan cara yang sama dan dianggap paling baik.
• Menentukan cara dan tempat sampling yang dianggap akan
mendapatkan contoh yang dapat menghasilkan nilai sesungguhnya
(misalnya stopped belt).
IV. Precision (presisi)
Precision dalam bahasa indonesianya adalah presisi atau kecermatan.
Jika suatu pengukuran dilakukan berulang-ulang dan memberikan hasil
yang variasinya kecil, maka dikatakan bahwa presisi pengukuran tersebut
tinggi, sebaliknya apabila memberikan hasil yang variasinya besar, maka
dikatakan bahwa presisi pengukuran tersebut rendah.
Presisi dan akurasi sebenarnya merupakan dua hal yang berbeda namun
banyak orang menganggap kedua hal tersebut merupakan hal yang sama,
perlu kita sadari bahwa suatu hasil analisa yang akurasinya rendah
mungkin saja mempunyai presisi yang tinggi dan sebaliknya suatu hasil
analisis yang presisinya tinggi mungkin saja tidak akurat.
Umumnya parameter yang dipergunakan untuk mengukur presisi ialah
kadar abu, karena umumnya abu merupakan komponen yang paling
bervariasi dalam batubara. Apabila kadar abunya rendah dan merata maka
bisa dipergunakan parameter lain, seperti total moisture atau calorific value,
namun perlu diperhatikan bahwa nilai kedua parameter ini mudah berubah.
V. Bias
Apabila perbedaan hasil suatu analisis dengan suatu hasil yang dianggap
benar selalu lebih kecil atau selalu lebih besar, maka peristiwa tersebut
disebut bias.
Batubara mempunyai partikel dengan ukuran dan berat jenis yang
bervariasi, perlu kita ketahui bahwa kualitas tiap partikel batubara tersebut
dapat berbeda satu sama lainnya.
semakin besar variansi distribusi partikel suatu batubara semakin besar
pula variansi kualitasnya dan semakin besar kemungkinan terjadinya bias
pada pengambilan contonya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: